.
.
.
.
‘SOULMATE MEAN’
Judul lain : Arti belahan jiwa
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Romance/Drama (gak tau yang mana, yang pasti gakjelas)
Pairing : Sasuke U & Naruto U
.
.
.
-Nauto POV-
Jika menjadi serius soal
cinta berarti kekalahan. Jadi lebih baik kalau sejak awal menghindari hal itu,
bila kalian tidak ingin menderita karena cinta sepertiku. Aku adalah siswi SMA
Konoha Internasional. Aku adalah gadis biasa yang berambut Kuning panjang dan
bermata Shappire . Kata teman temanku
aku adalah gadis beruntung karena bisa mendapatkan hati pangeran disekolahku
tetapi itu semua salah besar. Ya, tiga bulan lalu aku berada didalam cerita
cinta yang paling membahagiakan sedunia.
Tapi tetap saja yang namanya
cerita itu hanya sebuah benda buatan manusia. Pacarku Sasuke... tiba tiba saja
menghilang dari hadapanku. Dia tidak ada di sekolah maupun dirumahnya. Dia
pergi tanpa alasan atau apapun. Ia hanya meninggalkan foto kami berdua saat
berciuman, difoto tersebut terdapat tulisan “SELAMAT TINGGAL” aku tidak tahu
apa maksud tulisan tersebut tetapi esoknya aku dapat kabar bahwa Sasuke pergi
jauh hanya untuk menghindariku.
-Normal POV-
.
.
.
.
“NARU-chan” panggil anak perempuan berambut Pink pucat -seperti permen karet- pendek a.k.a
Sakura Haruno. Ia berlari dengan dua orang dibelakangnya, yang satu berambut
kuning terang dikuncir kuda –Ino Yamanaka, dan yang satu lagi cewek manis berambut
indigo panjang –Hinata Hyuga. Karena dipanggil reflex ia menoleh kebelakang
untuk melihat siapa yang memanggilnya, dan yg ia temukan adalah ketiga temannya
sedang berlari menuju dirinya.
“yo Naru-chan!” kata Ino sambil menunjukkan senyum manisnya.
“ha-hai Na-naruto-chan” kata
Hinata dengan wajah blusingnya juga nafas tersegal segalnya.
“Hello cat whiskers, how are you?” tanya sahabat Naruto sejak
kecil dengan penekanan pada kata cat whiskers dan cengiran lima jarinya.
“hai Ino-chan, Hina-chan, Pingki gummy.” katanya dengan penekanan
pada kata Pingki gummy dan
seriangaian yang ditujukan untu Ino. Mereka bertiga pun langsung bergidik ngeri
melihat seringaian sahabatnya itu.
“e-eh Saku-chan kita hang
out, yuk” kata Ino tergagap karena masih ngeri terhadap seringaian sahabatnya
itu.
“iya. Hari ini cowok cowoknya
keren banget lh-“ kata ino dengan semangat berapi api tetapi belum selesai karena
sudah dipotong oleh Naruto terlebih dahulu.
“STOP! Maaf. Aku sudah mundur
dari semua itu.” Kata Naruto dengan wajah cerianya, walaupun Naruto menunjukkan
wajah ceria, ketiga sahabatnya itu tahu bahwa sekarang hati kecil Naruto sedang
menangis.
“Ka-kau juga mau mu-mundur
jadi mas-master percintaan?” tanya Hinata dengan wajah sedih karena melihat
sahabatnya yang sedang bersedih.
“Iya, tapi kalau Cuma diskusi
aku bantu, kok. Kalau ada apa apa katakana saja. Aku pergi dulu ya. Dagh!” kata
Naruto sambil melambaikan tangannya.
“Naruto.....” kata Sakura
dengan suara yang sangat pelan dan hampir menyerupai bisikan.
“apa mungkin dia masih sedih
karena Sasuke menghilang....” kata Ino yang akhirnya angkat bicara karena
sedari tadi ia bungkam.
.
.
.
.
-Naruto POV-
Aku benar benar rindu padamu Teme. Kenapa semuanya jadi begini?
Kenapa semuanya berubah? Kenapa semuanya kejam? Kenapa kamu pergi tanpa member
tahuku alasan Teme ? Kenapa? Apa
karena kamu benci padaku? Jijik padaku? Atau karena alasan lain? Aku tidak
perduli! Aku sungguh tak perduli! Yang aku ingin tahu hanya apakah kamu benci
padaku? Dan kamu tidak membera tahuku apa sebab dan kenapa kamu pergi.
Kalau aku sudah tahu maka aku
akan menyerah. Aku tidak akan mencarimu lagi. Mengincarmu lagi. Bahkan aku
tidak akan perduli bahwa kau sudah mati ataukah belum. Aku akan melupakan
dirimu untuk selama lamanya. Tetapi apa daya semuanya berbeda, semua tidak
sesuai dengan apa yang aku mau. Semua sudah ditentukan oleh tuhan bahwa aku tidak
sanggup untuk melepaskan, bahkan untuk melupakanmu pun aku tidak sanggup.
Kenapa semuanya jadi begini? Kenapa tuhan tidak adil padaku? Kenapa hanya aku
yg kau perlakukan begini Kami-Sama?!!
“sudahlah, itu Cuma masa lalu! Sekarang ini
masa resesi, daripada percintaan lebih baik meningkatkan keterampilan dalam
bidang musik.” Kataku dalam
hati.
“ehm...hng...boleh ganggu
sebentar?” deheman plus tanya seseorang yang mungkin ditujukan kepadaku. Karena
itu aku menoleh kebelakang untuk memastikan, dan ternyata benar.
-Normal POV-
.
.
.
.
“ehm...hng...boleh ganggu
sebentar?” deheman plus tanya seseorang yg mungkin ditujukan kepada Naruto.
Maka dari itu Naruto menoleh kebelakang untuk memastikan, dan ternyata benar.
‘eh? Ada apaan si pake nyariin orang segala? Oh iya kalau gak salah dia
itu kan anak kelas XII-3 kakak sepupunya Sakura ? Kalau tidak salah namanya itu
Gaara no Sabaku? ’ batin Naruto bertanya tanya karena kenapa kakak kelas yg
dikenal pendiam itu ada dihadapannya.
“iya? Ada apa Err...” kata
Naruto, tetapi belum selesai karena sudah dipotong duluan oleh Sasori
“Gaara, Gaara no Sabaku”
katanya sambil menunjukkan senyumannya yg mampu membuat para wanita kelepek
kelepek –minus Naruto.
‘udah TAHU! Gak usah kasih tahu lagi kali! ‘ batin Naruto mencak mencak
gak jelas.
“iya, ada apa Gaara senpai?”
tanya Naruto yg berniat langsung to the
poin saja.
“Jadilah Pacarku” kata Gaara
seakan tahu apa yg dimaksud Naruto itu adalah to the point saja. Dan kebetulan sekali bahwa Gaara adalah cowok yang
tidak suka bertele tele.
“maafkan aku.” Kata Naruto
dengan lemah seakan akan nanti suaranya menghilang tetapi walaupun begitu
lemahnya suara Naruto, Gaara masih sanggup mendengarnya.
“ada orang... yang kau
sukai?” tanya Gaara dengan malu malu.
(MIKI : hah malu malu? Gaara
malu malu? Keajaiban duni- #dibekep ‘Gaara : diem lo author cerewet! #blusing
‘MIKI : aih aih Gaa-chan blusing #dihajar ‘Gaara : Back to Story!)
“... enggak Ada!” kata Naruto
dengan tegas.
“kalau gitu, mulai dari teman
juga boleh kan? Kalau ada yang nggak kau sukai dariku, katakana saja.” Kata Sasori
dengan tampang memohon.
(MIKI : hah Sabaku no Gaara
memohon? Dihhhh amit! #dirajam ‘Sakura : hahahahahaha kocak Gaa-kun make
tampang memohon segala ‘Gaara : BERISIK! Dah lanjut BACK TO STORY!)
“ma-maafkan aku. Sebenarnya
ada... orang yg ku sukai” kata Naruto sambil menunduk agar air matanya yang
berjatuhan tidak kelihatan, setelah itu ia berlari meninggalkan Sasori.
(MIKI : ckckck kacihan, kacihan,
kacihan #ditinju Sakura “Gaara : kwkwkwkwkwk rasain tuh kena batunya kan lho
“Sakura : ihhh Miki-chan gitu nih~ begitu begitu juga Gaa-kun itu sodaraku
tahu! #ngambek mode ON “MIKI : biarin wek~ #juluri lidah “Sasuke : heh author
geblek kapan gue tampil?! “Naruto : Te-teme? #heran mode ON “MIKI : tahun depan
Saskey #dirajam Sasuke ‘Naruto : BACK TO STORY)
“yah~ ditolak deh” kata Gaara
dengan lemas.
.
.
.
.
-Naruto POV-
Aku juga ingin dia mengatakan
kalau ada yang tidak dia sukai dariku. Aku tidak mau dia menghilang tampa
bilang apa apa. Kenapa aku tidak bisa melupakannya? Tidak ada orang yang
seegois itu! kata kata “suka” dan tawanya yang malu malu. Juga ucapannya yang
menyenangkan… semua Cuma bohongan. Padahal seharusnya aku melupakannya…
Tapi kenapa? Kenapa aku tidak
bisa melupakannya? Kenapa tidak bisa? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku
malah semakin mencintainya? Apa salahku padanya Kami-Sama hingga ia menjadi sepert ini? Kenapa? Kenapa? KENAPA????
Kami-Sama kau sungguh kejam! Kau kejam karena membuatkan cobaan untukku yang
sangat menyedihkan ini!
-Keesokan PAGInya-
“Konichiwa MINNA-san” kataku
dengan suara lantang.
“KONICHIWA Naru-chan... ehhh
Rambutmu?!!” Sapa + tanya teman temanku karena heran melihat perubahan pada
rambutku.
“Oh, ini... Kupikir aku bisa
lebih segar begini.” Kataku sambil menunjukkan senyuman termanisku.
“NARU-chan” panggil seorang
kakak kelas berambut hitam panjang berkulit putih pucat dan ada garis tanda
ketegasan diwajahnya dia adalah ITACHI UCHIHA
‘eh? Itachi nii? ‘ batinku terheran heran karena Itachi nii
memanggilku.
-Normal POV-
.
.
.
.
‘ eh? Rambut anak itu? ‘ batin seorang kakak kelas berambut hitam
panjang berkulit putih pucat dan ada garis tanda ketegasan diwajahnya dia
adalah ITACHI UCHIHA
“NARU-chan” panggil Itachi.
Karena dipanggil reflex
Naruto menoleh kearah orang yang memanggilnya, dan apa yang ia lihat adalah
kakak dari kekasihnya –Sasuke Uchiha
“eh? Itachi nii? Ada apa?”
hanya kata kata itulah yg keluar dari mulut Naruto karena ia heran kenapa kakak
sang kekasih datang menghampirinya.
“aku ingin bicara denganmu”
kata Itachi.
“eh?” kata Naruto sambil
memiringkan kepalanya pertanda bahwa ia bingung dengan apa yg dimaksud dengan
perkataan kakak sang kekasih.
“kalau kau ingin tahu
keberadaan Ototou-Ku, ikutlah denganku” kata Itachi sambil melihat Naruto dari
ekor matanya, sesuai dugaan Itachi. Kaget, ya kaget adalah ekspresi yg
ditunjukkan Naruto saat ia melihat kekasih adiknya tersebut dari ekor matanya.
Tanpa pikir panjang lagi
Naruto langsung mengikuti arah kemana Itachi pergi karena ia sangat ingin tahu
dimana gerangan sang kekasih.
.
.
.
.
.
.
.
.